• 500 gr tepung beras
  • 250 gr gula cair
  • 750 ml santan kental matang
  • 600 cc air
  • 1/2 sdt soda kue
  • 1 btr kuning telur
  • 100 cc air pandan
  • aneka topping sesuai selera

Serabi merupakan makanan khas Indonesia. Ada begitu banyak jenis serabi yang bisa kita temui di sekitar kita. Mulai dari serabi kocor khas Yogya, serabi/surabi Bandung yang sempat membuat heboh, sampai serabi solo yang biasa disebut Serabi Notosuman yang sangat terkenal itu. Cara pembuatan serabi memang sangat mencerminkan kulinary Indonesia sehingga tidak heran bila serabi diklaim sebagai salah satu makanan khas Indonesia.

Di kota Asalnya, Solo, Jawa Tengah, Serabi Solo Notosuman sudah sangat melegenda. Untuk menikmati sepotong kue serabi, Anda musti antri dari jam 3 pagi. Lewat dari jam tersebut, serabi sudah mulai habis.

Proses Pembuatan

Tapi sekarang Anda tak perlu antri lagi dari jam 3 pagi untuk membeli serabi Notosuman. Bahkan Anda tak perlu jauh-jauh datang ke kota Solo. Untungnya serabi Notosuman buka cabang di Jakarta (BSD Tangerang) dan Suryakencana (Bogor). Serabi Solo Notosuman diambil dari nama Jalan Notosuman (kini M. Yamin-red). Perintisnya adalah pasangan Hoo Geng Hok dan Tan Giok Lan yang membuat kue apem pada tahun 1923. Awalnya, pasangan ini diminta oleh tetangganya untuk membuat kue apem. Lama-kelamaan banyak yang suka. “Akhirnya buyut saya membuat serabi. Usaha ini lalu diteruskan oleh anak dan cucunya,” kata Roni, salah satu penerus usaha kue serabi.

Empat Generasi

Generasi ke 4

Roni sendiri merupakan generasi keempat dari usaha keluarga yang diwariskan secara turun temurun. “Buyut saya merupakan perintis pembuat kue serabi di kota Solo,” kata Roni dengan bangga. Salah satu ciri khas kue serabi Notosuman, mereka tetap menumbuk sendiri beras untuk mebuat kue serabi. Berasnya, mereka menggunakan beras Cendani, semacam beras Cianjur dengan kualitas terbaik. Karena itulah, soal citarasa serabi Notosuman tetap konsisten, tidak berubah sejak pertama kali dibuat. “Kualitas rasa memang selalu jadi perhatian kami untuk tetap kami jaga terutama rasa gurihnya,” papar Roni. Serabi Notosuman dibuat dari tepung beras, pandan, vanilla, gula, santan kelapa dan garam. Serabi masih menggunakan bahan-bahan tradisional. Karena itulah, serabi Notosuman hanya bisa bertahan satu hari. “Soalnya kita tidak menggunakan bahan pengawet sama sekali,” tuturnya.

Tetap Konsisten Dua Rasa

2 Rasa Dari Dulu

Jika tempat lain, untuk mengikuti selera pasar banyak membuat serabi dengan rasa yang beraneka ragam seperti rasa nangka, strawberry, pandan, keju, dan sebagainya. Serabi Notosuman dari dulu berdiri hingga kini hanya memiliki dua rasa, polos dan coklat. Beda serabi polos dengan coklat terletak pada coklat meisis yang ditabur di atas serabi. Untuk serabi polos harganya Rp 2.200/potong. Sementara serabi coklat Rp 2.400/potong. Ada pun rasa dasar serabi tetap, sedikit asin dan gurih. Soal ini, Roni mengatakan, mereka ingin menjaga identitas yang sudah dirintis dari nenek buyut mereka. “Ciri Khas Serabi Notosuman adalah serabi polos dan coklat. Ini sudah ada sejak dari dulu,” kata Roni.

Serabi Dibungkus Daun Kelapa

Bungkus Daun Pisang

Pernah, kata Roni, ia coba membuat serabi dengan rasa nangka. Tapi sayangnya, rasa nangka lebih dominan dibandingkan. “Orang jadi seperti makan nangka daripada serabi,” ujarnya. Akhirnya, niatnya untuk membuat rasa nangka urung dilakukan. Jika dalam rasa, mereka tetap mempertahan “pakem” lama mereka. Dalam pengemasan, serabi Notosuman sedikit melakukan modifikasi. Serabi dibungkus daun kelapa seperti lemper. Menurut Roni, kue serabi digulung daun kelapa malah lebih mudah makannya. “”Tangan tidak belepotan dan lengket ditangan. Buat acara-acara juga lebih praktis,” kata Roni.

 

Disini akan dijelaskan cara membuat serabi notosuman yang sangat terkenal itu. Walaupun kita sekarang bisa membeli serabi notosuman walaupun kita tidak sedang berada di Solo, namun citarasa khas serabi ini sellau membuat orang penasaran untuk mencoba membuatnya sendiri di rumah.

Cetakan Srabi

Cara membuat:

  1. Masukkan tepung beras ke dalam baskom bersih, kemudian masukkan air sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai kental.
  2. Masukkan gula cair dan soda kue. Aduk sampai rata dan diamkan selama 45 menit.Ini disebut adonan utama.
  3. Panaskan cetakan diatas api, oles permukaan cetakan dengan menggunakan minyak goreng
  4. Setelah adonan utama di diamkan selama 45 menit, maka adonan utama siap digunakan untuk membuat serabi.
  5. Masukkan 1 sendok sayur besar adonan utama sambil ditekan bagian tengah adonan supaya menghasilkan bagian pinggir yang tipis.
  6. Setelah adonan setengah matang, tuang 1 sendok sayur kecil santan kental matang, kemudian tutup.
  7. Bila ingin memberi topping, buka tutup cetakan, taburkan topping dan tutup kembali. Tunggu samapi serabi matang.
  8. Bila bagian pinggir yang tipis sudah berwarna kecoklatan, itu berarti serabi telah matang dan siap dikeluarkan dari cetakan