Saat ada pekerjaan di Malang saya menyempatkan diri mencoba burger di Kedai 27, Jalan Sarangan, Malang. Kata teman-teman disana ada menu yang unik sekali yaitu burger dengan ciri khas lidah jawa. Bentuknya memang seperti burger dari luar negeri tapi rasa kelihatan memiliki citarasa Indonesia, itu yang saya rasakan saat mencoba Burger Buto yang standar. Dengan harga cuma Rp. 10.000 saya sudah bisa menikmati burger besar sebesar piring standar di rumah kita. Begitu saya masuk saya lihat ada sesuatu menu dengan macam-macam nama : ada buto,ada buto long,ada buto keceng,buto ijo juga ada. Yang menjadi ciri khas di kedai ini adalah menu Buto Ijo. Sampai-sampai pemiliknya menggratiskan bagi pengunjung yang bisa makan buto ijo sendirian. Luar biasa model bahasa marketing dan ide nya.

Melihat bentuknya seperti ukuran loyang kue cake pandan wangi diameter sekitar 30 centimeter. Karena namanya Burger Buto Ijo, maka bahan roti dalamnya juga berwarna hijau disesuaikan dengan nama burgernya. Di bagian tengah roti berbentuk lobang seperti kue cake disesuaikan dengan cetakan rotinya. Isi lapisan dalamnya sama dengan burger kebanyakan yaitu berisi daun selada, tomat, timun, mayoinase, daging  burger, dan keju.

Ukurannya cukup untuk dimakan  empat atau lima orang, dan pemesan yang makan di kedai tersebut otomatis disediakan piring kecil dan garpu untuk empat orang. Harga tidak mahal cukup Rp 27.500 bisa dimakan empat orang sehingga jatuhnya harga per orang hanya sekitar Rp 7.000. Ditambah telur harga burger buto ijo menjadi Rp 37.000.

Rasanya seperti burger biasa terasa gurih keju, manis saos tomat dan pedas cabe, isinya seperti kebanyakan campuran rasa saos tomat, keju dan daging sapi burger.

Meski roti burgernya ukuran besar isinya perlengkapan burgernya cukup mengelilingi isi roti.

Jenis burger yang dijual  ukuran  lainnya adalah burger long bentuknya lebar dan panjang harga Rp 13.000; burger keceng ukuran rotinya kecil panjang kayak ular harga Rp 12.000; dan burger buto ukuran bundar sedang sebesar piring kecil harga Rp 10.000. Semua jenis burger isinya sama jenisnya hanya burger keceng isinya daging cincang karena terlalu besar kalau diisi lapisan daging burger yang berbentuk bulat. Semua roti diproduksi sendiri karena ukuran rotinya spesial tidak memungkinkan diproduksi pabrik roti lain. Kedai yang terletak di pojokan jalan ini sengaja diberi nama Kedai 27 karena lokasi kedainya bernomor rumah 27 di  Jalan Sarangan, Malang. Kedai 27 telah beroperasi di Malang selama sembilan tahun tetapi menu burger buto ijo ukuran jumbo baru terinovasi empat tahun terakhir. Jam operasional buka kedainya mulai pukul 11.00 WIB sampai 21.00

Kebanyakan pengunjungnya anak muda yang suka nongkrong. Banyak remaja yang sengaja merayakan ulang tahun di tempat ini. Kapasitas kursi sekitar  80 orang selalu penuh. Kursi kayu dan meja persegi disusun berdempetan sehingga terlihat suasana ruangan sesak kalau ramai pengunjung. Pemesan burger di Kedai 27 harus bersabar menunggu pesanan karena di waktu ramai pengunjung,  pesanan  bisa datang setelah setengah jam menunggu. sampai 21.00 WIB. Tetapi khusus menu burger jumbo buto ijo selalu cepat habis. Pada hari libur menu tersebut pada pukul 16.00 WIB sering sudah habis.

Menu lain di kedai ini  ada bermacam-macam nasi bakar dengan lauk unik seperti kikil sapi seharga Rp 10.000, ceker ayam hanya Rp 6.000, dan nasi bakar tempe tahu penyet hanya Rp 5.000 sangat cocok buat kantong mahasiwa di kota pelajar ini.

Buat yang berkunjung ke kota Malang tidak ada salahnya mencoba Kedai 27 di Jalan Sarangan No.27, Malang. Coffee panasnya juga enak.